Berilah Aku Tempat

Posted: October 20, 2008 in puisi-puisi ku

Temaram itu datang menyelimuti aku kembali

Saat aku terhimpit pada kekecewaan terhadap

Hidup yang penuh absurditas

Seperti mengarahkan aku pada kegagalan

Apa yang sebenarnya akan kita lakukan

Jika titik pencapaian yang kita dambakan tercapai

“apakah kebagahagiaan itu akan terus menemanimu”

tentu tidak karena kebosanan akan melemparmu

pada titik jenuh

saat itu, apa yang akan kau lakukan

masihkah kau akan menertawai aku

jika kau telah mengerti

Mereka, mereka itu kawan…! Seperti robot saja

Mengikuti pola-pola kehidupan usang yang mungkin

Hampir tak bisa dirubah

Mereka tak berkomentar, “dasar tak berguna”

Maka terlemparlah aku pada keterasingan

Karena pola kehidupanku ternyata berbeda

Dengan budayaku yang telah terstruktur

Kawan, sudah kuceritakan dari awal

Bahwa kesadaran kita tentang kebahagiaan

Itu berbeda

Karena kita adalah sang pemikir

Lalu…! Kenapa kau menyalahkan aku

Apakah kau memang telah yakin kalau dirimu itu benar

Bahwa kata-katamu merupakan perwakilan kata-kata Tuhan

Sudah benarkah dirimu kawan

Lalu….! Kenapa kau menyalahkan aku

Terhadap pemahaman yang menurutku benar

Apakah aku bertanggung jawab pada dirimu

Lalu….! Kau bertanggung jawab pada siapa ?

Egoisnya dirimu, kawan

Kumohon

Berikanlah aku ruang untuk melakukan

Apa yang terbaik menurutku

Karena kebahagiaan yang kan kucapai berbeda

Dengan kebahagiaan yang akan kau capai

Kumohon padamu kawan

Agar aku tidak merasakan keterasingan pada

Duniaku sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s