Indonesia dan Multikulturalisme

Posted: March 8, 2008 in negeriku
Tags: ,

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah wilayah yang berterdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnik yang berkumpul. Tidak hanya itu, Indonesia pun memiliki ratusan keaneka ragaman bahasa dari berbagai etnik yang ada. Dapat dikatakan bahwa corak dari bangsa Indonesia adalah bersifat Multikultural.

Kondisi Indonesia yang bersifat multikultural bukan berarti keadaan rakyatnya akan ikut mendukung multikulturalisme. Indonesia saat ini sebenarnya lebih dekat dengan asimilasi yaitu memaksakan etnik-etnik yang ada untuk menyesuiakan keadaan mereka dengan etnik yang dominan. Hal tersebut tentu saja akan memberikan dampak yang negatif bagi keberlangsungan hidup rakyat Indonesia yang bersifat multikultural dengan menciptakan kecemburuan sosial pada etnik yang dianggap minoritas. Sebenarnya, hal yang diperlukan pada sifat negara yang multikultural adalah menerima multikulturalisme itu sendiri. Menghargai ide multikulturalisme dalam hal ini adalah menghargai perbedaan dimana setiap etnik, agama, bahasa yang berbeda dapat hidup dengan nyaman dan saling menghargai sesamanya serta memiliki nilai yang sama.


Contoh Buruk Jika Indonesia Menolak Multikulturalisme


Bagaimana jika seluruh rakyat Indonesia tidak mendukung ide multikulturalisme? Sebenarnya telah banyak contoh dari Negara-negara lain yang dapat kita ambil pelajarannya untuk melihat dampak seperti apa yang akan terjadi. Diantara Negara-negara tersebut adalah Yugoslavia. Yugoslavia saat ini adalah negara yang terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil (Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Makedonia, Slovenia, dan Serbia Montenegero) yang terpisah akibat konflik etnik dan agama yang terjadi serta pertikaian politik yang tidak berkesudahan. Bahkan, Yugoslavia setelah pecah menjadi Negara-negara kecil, konflik tetap saja berkecamuk.


Konflik yang terjadi di Bosnia-Herzegovina adalah salah satu contoh betapa jalan damai tidak mudah di selesaikan walaupun Negara tersebut telah memisahkan diri dan memiliki pemerintahan yang mandiri. Konflik yang berkepanjangan di Yugoslavia telah menciptakan trauma yang mendalam pada rakyat dan mengajak mereka berpikir betapa harga untuk tidak menghargai perbedaan adalah dengan hidup beserta ketakutan, ketidak percayaan, dan kengerian. Indonesia pun akan seperti ini jika rakyat Indonesia tidak kunjung sadar betapa mendukung multikulturalisme akan lebih memberikanmeraka banyak dampak yang positif

Contoh Baik dalam Mendukung Multikulturalisme

Contoh Negara yang mendapatkan dampak positif dari mendukung multikulturalisme adalah Kanada. Kanada saat ini adalah negara dengan pemerintahan dan rakyat yang sadar betapa pentingnya mendukung multikulturalisme. Mereka bersama-sama sadar bahwa dengan memaksakan Kanada untuk mengacu pada etnik dan bahasa tertentu, maka konflik diantara penduduk Kanada sendiri tidak dapat dihindari.

Suatu identitas, baik etnik, agama, ras, dan kelompok lainnya adalah suatu perasaan yang melekat pada individu bahwa mereka merasa bagian dari identitas tersebut. Perasaan melekat tersebut sangat berhubungan dengan keyakinan dimana hal tersebut telah terpatri begitu dalam sehingga sulit untuk dilepaskan identitas individu dengan identitas sosial yang dia sandang.

Identitas kelompok sendiri tidak bisa dan tidak akan menjadi satu. hal tersebut dikarenakan sebelum seseorang menjadi bagian dari identitas kelompok tertentu, sebelumnya dia membandingkan dan menilai berbagai identitas kira-kira mana yang lebih dekat pada seseorang tersebut. emosi dan pengalaman pribadi tentunya ikut memebrika peranan penting. Suatu konflik akan terjadi jika suatu identitas dipaksakan untuk menjadi identitas lainnya atau penolakan terhadap identitas lain di luar kelompok.

Istilah multikulturalisme sendiri diciptakan oleh orang-orang Kanada sebelah barat sebagai bentuk protes konflik antara warga Kanada berbahasa Inggris dengan yang berbahasa Perancis. Kebijakan multikulturalisme pun kemudian diambil pemerintah pusat Kanada dengan dua bahasa resmi sebagai salah satu cara meredam konflik. Kebijakan tersebut ternyata menyebabkan perubahan tak hanya dalam konstitusi dan hukum, melainkan juga dalam hubungan antarkultur . Gagasan yang relatif efektif dapat meredam situasi konflik segera menyebar ke Australia, Eropa dan menjadi produk global.

Kini Multikulturalisme diartikan sebagia adanya kesetaraan dalam derajat kemanusiaan yang saling menghormati dan diatur oleh hukum yang adil dan beradab untuk mendorong kemajuan dan menjamin kesejahteraan hidup warga.

Hal Yang Beperan Mendukung Multikulturalisme

Negara tentunya sangat memberikan peranan penting dalam menciptakan dukungan terhadap Multikulturalisme. Seperti halnya dengan mengggagas rancangan hukum yang tidak berat sebelah dan membentuk hukum yang berasal dari aspirasi seluruh kelompok. Menciptakan simbol-simbol yang mendukung multikulturalisme juga adalah salah satu cara bagaimana rakyat bisa menghargai perbedaan. Contohnya saja slogan Bhineka Tunggal Ika, “berbeda-beda tetapi tetap satu” yang dapat disimpulkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keaneka ragaman tetapi tetap disatukan dalam satu ikatan identitas yaitu identitas nasional Negara kesatu Republik Indonesia.

Berbeda-beda bukan berarti Indonesia mesti terpecah-pecah menjadi Negara-negara yang terpisah. Hal tersebut dikarenakan khasanah perbedaan di Indonesia, memiliki nilai pemersatu yang mengikat. 28 oktober 1928, saat sumpah pemuda dikumandangkan pemuda-pemuda dari berbagai daerah telah sadar bahwa mereka hanya akan menjadi kuat jika mereka bersatu, sehingga dapat merebut kemerdekaan.

Bahasa pemersatu sangatlah memberikan peranan penting dalam menjaga keutuhan Indonesia. Dengan adanya bahasa Indonesia buka berarti bahasa-bahasa lainnya di larang untuk digunakan. Di sini bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa komunikasi untuk memudahkan interaksi antar etnik yang bertemu .

Tidak hanya dari pemerintah yang memberikan kebijakan dan simbol pemersatu yang memberikan peranan penting ide multikulturalisme. Dukungan dan kesadaran rakyat Indonesia akan pentingnya mendukung multikulturalisme juga harus cermati. Rakyat adalah bagian dari sistem Multikultural yang tidak terpisahkan bahkan merekalah yang akan lebih benyak menerapkan ide multikulturalisme. Dengan terciptanya kesadaran Pemerintah dan rakyat yang mendukung multikulturalisme adalah sebuah jaminan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Idhamsyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s