(bag.2) M. Enoch Markum Idhamsyah E.P. Alfindra P. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia The Integrated Cognitive Antisocial Potential (ICAP) Teori Integrated Cognitive Antisocial Potential (ICAP) diciptakan untuk menjelaskan perilaku kriminal yang dilakukan oleh pria dengan status ekonomi dan sosial rendah. Namun, dalam perkembangnya kemudian dimodifikasi untuk menjelaskan tindakan kekerasan (violence). Kata integrated dalam [...]
Archive for December, 2008
CATATAN PERIHAL MUTILASI (bag.2)
Posted: December 10, 2008 in negeriku, seputar ilmu sosialTags: Add new tag, aksi kekerasan, ICAP, mutilasi, pembunuha, predisposisi pembunuhan
CATATAN PERIHAL MUTILASI (bag.1)
Posted: December 10, 2008 in negeriku, seputar ilmu sosialTags: Add new tag, budaya kekerasan, defensive, mutilasi, offensive
[1] M. Enoch Markum Idhamsyah E.P. Alfindra P. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia PENGANTAR Salah satu isu sosial yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan di masyarakat dan diberitakan secara intensif oleh media massa adalah gejala “mutilasi“(mutilation). Gejala mutilasi ini menarik banyak khalayak, sehingga menjadi sasaran empuk kalangan pers, dan oleh karenanya diangkat dan diberitakan oleh seluruh media [...]
COGNITIVE DISSONANCE
Posted: December 6, 2008 in seputar ilmu sosialTags: Add new tag, cognitive, dissonance, festinger
(copy past dari situ lain) COGNITIVE DISSONANCE IS PROPOSED AS A MECHANISM OF HOW SOCIAL INFLUENCE CAN PRODUCE ATTITUDE CHANGES. COGNITIVE DISSONANCE is a theory of Leon Festinger’s stating that a state of dissonance (which is uncomfortable) is produced when there is an inconsistency between (A) two beliefs, or (B) between a belief and a [...]
Cinta itu ‘kan ku gapai Walaupun tak abadi Karena aku merasa bahagia di dekatnya Keabadian Akan membuat kita lupa Bahwa kita pernah memiliki cinta Namun ketidakabadian Akan membuat cinta itu selalu dikenang Keabadian hanyalah impian Kalaupun keabadian itu ada, ia pun akan terlupakan Karena kita bukan sosok yang abadi
Kepada keputusasaan Janganlah engkau bersedih Karena aku tidak menemanimu Kepada kehampaan Janganlah engkau marah Karena aku tidak ada disisimu Kepada harapan Berbahagialah engkau Karena aku akan terus bersamamu Kepada cita-cita Tunggulah aku Kerena sebentar lagi aku disisimu